|
< download buku >
< download alternatif >
Hartono >
>
857 Kb file zip / chm
ADA PEMURTADAN di IAIN
PENGANTAR PENERBIT
Segala puji bagi Allah.
Salam dan shalawat kita panjatkan ke hadirat Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi wa Sallam, Rasul pilihan dan manusia teragung
yang dilahirkan di dunia ini.
Ketika penerbit disodori naskah buku ini, terus terang tanpa pikir
panjang kita setujui. Karena tulisan beliau (Hartono Ahmad Jaiz)
sudah lebih dari sepuluh judul yang kita publikasikan, jadi kita
sudah mengenal luar dan dalam penulisnya. Dan umumnya buku-buku
penulis berupa tanggapan terhadap fenomena kerusakan-kerusakan
akidah yang mendera umat Islam di Indonesia semenjak Orde Baru
hingga terkini. Kalau kali ini yang kena ‘giliran’ IAIN tidaklah
terlalu mengejutkan. Sebab memang mereka yang jadi pemicunya. Ibarat
pepatah, siapa yang menabur angin akan menuai badai.
Fenomena maraknya kelompok yang menamakan dirinya sebagai Islam
Liberal, sangat banyak yang berasal dari IAIN maupun UIN. Bahkan
ditengarai justru IAIN-IAIN dan UIN-lah yang menjadi lahan yang
subur maraknya barisan pengusung paham liberal. Sehingga pengusung
paham pluralisme agama, nikah beda agama, pikiran-pikiran yang
keluar dari mainstream Qur’an-Sunnah banyak sekali dilahirkan dari
rahim IAIN. Jadi kalau sekarang giliran IAIN-IAIN dan UIN ‘diserang’
itu tadi imbas dari serangan yang bertubi-tubi dilakukan oleh
dosen-dosen IAIN dan UIN terhadap akidah Islam, terhadap Allah,
Rasul-Nya dan kitab sucinya. Jadi jika buku ini menyinggung para
pendidik di lingkungan IAIN ya itu wajar dan bisa dimengerti karena
tidak semua dosen bersikap seperti yang ditulis dalam buku ini.
Namun kalau urusannya hanya sekadar tersinggung, mestinya
ketersinggungan umat Islam terhadap lembaga IAIN yang kini telah
diliberalkan oleh oknum-oknum di IAIN pasti jauh lebih besar dan
menyakitkan dibanding ketersinggungan dosen-dosen IAIN terhadap
munculnya buku ini. Karena buku ini hanya ‘sentilan’ ringan
dibanding hantaman besar yang dilakukan oleh tokoh-tokoh liberal di
IAIN yang terang-terangan menghina Allah dan ajarannya yang
terus-menerus dijajakan ke masyarakat. Masih mending jika
keliberalan itu diyakini sendiri-sendiri tidak dijual dan ditularkan
ke anak didik dan masyarakat.
Namun jika keliberalan dijadikan kurikulum dan diwajibkan ke
mahasiswanya bahkan kini ditambah pelajaran hermeneutika untuk
mengganti metode tafsir Al-Qur’an, maka sudah wajar jika umat Islam
marah karena ajaran Islamlah yang sedang diacak-acak mengikuti
kemauan para orientalis Barat.
Mudah-mudahan bukan suasana marah yang terjadi, namun justru ada
upaya saling introspeksi dan membuka diri. Jika pendapatnya salah
dan berakibat buruk buat umat Islam dan bangsa, mestinya tidak perlu
sungkan-sungkan meralat dan mengakui kesalahannya. Toh jabatan,
pujian, kekuasaan dan umur, pendek belaka. Lalu buat apa hanya demi
mengejar jabatan dan pujian justru akidah digadaikan yang bisa
berakibat mendapat murka Allah.
Karena kita masih sayang terhadap IAIN yang kini sudah dikotori dan
terkontaminasi wabah liberal binaan orientalis Barat, mudah-mudahan
dapat kembali kepada jalan Islam yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Semoga upaya penyebaran buku ini bisa dipahami sebagai bagian amar
ma’ruf nahyi mungkar.
Pustaka Al-Kautsar
< download buku >
< download alternatif >
Hartono >
>
857 Kb file zip / chm
|